Biaya General Medical Check Up Puskesmas – Medical Check Up atau yang biasa disebut dengan pemeriksaan kesehatan merupakan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh yang dilakukan untuk mengetahui kondisi yang ada dalam tubuh kita. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan ini kita dapat mengetahui kondisi suatu penyakit atau gangguan yang ada pada diri kita, jadi para dokter pun dapat mengambil tindakan yang tepat sebelum penyakit yang ada dalam tubuh kita menyebar ke organ lainnya.

Biaya General Medical Check Up Puskesmas

Sama halnya dengan rumah sakit atau klinik, puskesmas pun juga melayani pelayanan medical check up secara menyeluruh untuk mengetahui kondisi dari tubuh kita. Namun kebanyakan orang lebih banyak melakukan General medical check up pada rumah sakit atau klinik karena kepercayaan, nyatanya sama saja.

Mungkin dari kalian bertanya – tanya berapa biaya general medical check up di puskesmas atau berapa biaya medical check up di klinik bukan. Untuk biaya general medical check up di puskesmas itu sendiri Anda dapat bertanya langsung kepada pihak puskesmas nya langsung. Untuk biaya general medical check up pada klinik atau rumah sakit, Anda dapat menghubungi admin dari website kami untuk mendapatkan informasi terkait biaya medical check up itu sendiri.

Selama pemeriksaan kesehatan, pasien akan menjalani beberapa langkah pemeriksaan, yang meliputi konsultasi mengenai keluhan yang dirasakan, pencatatan dan pemeriksaan terkait riwayat kesehatan, serta pemeriksaan tanda vital, tubuh, dan kondisi fisik secara umum.

Baca Juga: Apakah vaksinasi akan memberikan hasil positif pada pengujian Covid-19?

Seperti yang kami sampaikan diatas, medical check up dapat membantu pada dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan yang Anda miliki secara menyeluruh. Berikut merupakan tujuan dari dilakukannya pemeriksaan medical check up, diantaranya:

  • Mengetahui kondisi kesehatan terkini
  • Deteksi penyakit tanpa gejala
  • Mengetahui resiko penyakit yang bisa terjadi di kemudian hari
  • Untuk mendorong pasien untuk menerapkan gaya hidup sehat
  • Periksa kondisi kesehatan pasien sebelum melakukan perawatan tertentu

Meski tidak wajib, pemeriksaan kesehatan dianjurkan sebagai pemeriksaan kesehatan rutin, terutama dalam kondisi tertentu. Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi mereka kapan saja, tanpa harus menunggu timbulnya penyakit.

Perlu Anda ketahui, pada umumnya medical check up disarankan dilakukan setiap satu tahun sekali, terutama untuk pasien yang sudah berumur diatas 50 tahun. Sementara untuk pasien yang memang memiliki kondisi khusus, seperti sedang mengkonsumsi obat dan lain sebagainya, medical check up dilakukan sesuai dengan informasi yang sudah dikonsultasikan kepada dokter.

Pahami ini sebelum Medical Check Up

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan medical check up. Pertama-tama, pasien disarankan untuk membawa data medis, seperti rontgen atau hasil pemeriksaan medis lain yang mungkin telah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga: 3 Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Si Kecil

Pasien juga harus menanyakan kepada dokter apakah puasa atau pengobatan apa pun untuk sementara dihentikan.

Sebelum rangkaian pemeriksaan, pasien akan menerima kuesioner yang berisi pertanyaan yang mengacu pada status kesehatan mereka saat ini dan sebelumnya. Setelah mengisi kuesioner, pasien harus memberi tahu dokter daftar obat, suplemen, atau produk herbal yang digunakan.

Biaya General Medical Check Up Puskesmas
Biaya General Medical Check Up Puskesmas

Pasien disarankan untuk memakai pakaian yang nyaman dan tidak menggunakan perhiasan, make up, atau aksesoris lain yang dapat mengganggu pemeriksaan. Pada setiap kunjungan medis, usahakan untuk selalu ditemani oleh keluarga atau orang-orang terkasih.

Prosedur dari Medical Check Up itu Sendiri

Bentuk tes dalam pemeriksaan kesehatan sangat bervariasi. Tes yang dilakukan akan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa tes atau pemeriksaan yang dapat dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan:

  1. Pemeriksaan riwayat kesehatan

Pada tahap awal pemeriksaan kesehatan, pasien akan bertanya dan menjawab pertanyaan kepada dokter mengenai masalah kesehatan yang dirasakan dan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya.

Baca Juga: Berapa Lama Antibodi Bertahan setelah Sembuh dari COVID-19?

Dokter juga akan menanyakan tentang gaya hidup, seperti pola makan, intensitas olahraga, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

  1. Periksa tanda-tanda vital

Tanda-tanda vital yang diperiksa selama pemeriksaan medis meliputi:

  • Denyut jantung

Denyut jantung normal adalah 60 hingga 100 denyut per menit.

  • Tingkat pernapasan

Pernapasan normal berkisar antara 12 hingga 20 kali per menit.

  • Suhu tubuh

Rata-rata suhu tubuh yang sehat berkisar antara 36 hingga 37 derajat Celcius.

  • Tekanan arteri

Tekanan darah normal adalah 90/60-120/80 mmHg.

  1. Pemeriksaan fisik

Selama pemeriksaan fisik, pasien mungkin diminta untuk berdiri, duduk atau berbaring, tergantung pada bagian tubuh yang akan diperiksa.

Pemeriksaan fisik biasanya dimulai dengan mengukur berat badan dan tinggi badan pasien untuk menentukan apakah mereka kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan. Setelah itu, dokter akan memeriksa seluruh kondisi tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Baca Juga: Entreobiasis, Infeksi pada usus yang disebabkan cacing kremi

Selama pemeriksaan menyeluruh ini, dokter mungkin mulai dengan mencari kelainan pada kulit, rambut atau kuku, serta menekan atau menepuk bagian tubuh tertentu. Jika Anda merasa sakit saat menekan atau mengetuk, beri tahu dokter.

Pemeriksaan kemudian akan dilanjutkan dengan pemeriksaan mata, hidung, telinga dan organ dalam. Dokter akan menggunakan alat yang disebut otoskop untuk memeriksa telinga dan stetoskop untuk mendengar suara jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

Beberapa tes, seperti pemeriksaan kekuatan otot, memerlukan kerja sama pasien untuk melakukan gerakan tertentu sesuai petunjuk dokter. Jika Anda tidak memahami instruksi yang diberikan, jangan ragu untuk bertanya.

Kondisi alat kelamin juga akan diperiksa selama pemeriksaan fisik ini. Pada pria, penis dan testis akan diperiksa untuk mengetahui adanya infeksi, peradangan, perubahan ukuran, atau gangguan lain yang mungkin terjadi.

Untuk memeriksa prostat, dokter akan melakukan pemeriksaan colok dubur untuk memeriksa ada tidaknya pembesaran prostat.

Untuk wanita, organ panggul, yang meliputi vagina, vulva, leher rahim, ovarium, dan rahim, akan diperiksa untuk infeksi menular seksual atau masalah kesehatan lainnya.

Kemudian, untuk mendeteksi adanya tumor atau kanker payudara, dokter akan melakukan pemeriksaan dengan melihat dan menekan area payudara. Dokter juga akan memeriksa kondisi kelenjar getah bening dengan mencari benjolan yang muncul di lipatan, seperti ketiak atau selangkangan.

  1. Pemeriksaan Penunjang Lainnya

Selain pemeriksaan di atas, jika perlu, pemeriksaan berikut juga akan dilakukan untuk memastikan diagnosis:

  • Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dengan mengambil sampel darah, urin, atau feses untuk melihat jumlah sel darah, kolesterol, gula darah, atau bahan kimia yang menjadi penanda fungsi organ. serta untuk mendeteksi kelainan pada urin dan feses.

  • Pemeriksaan pencitraan

Tes pencitraan, seperti USG dan rontgen, digunakan untuk melihat lebih jelas kondisi organ dalam pasien. Organ yang dapat diperiksa antara lain paru-paru, hati, pankreas, ginjal, limpa, kandung kemih, prostat, dan rahim.

Pada wanita, rontgen payudara (mammogram) atau USG payudara (payudara) dilakukan untuk mendeteksi tumor payudara.

  • Kontrol jantung

Pemeriksaan Heart Chart atau Elektrokardiogram (EKG) adalah prosedur untuk merekam aktivitas listrik jantung menggunakan elektroda kecil yang ditempelkan pada kulit dada, lengan, dan kaki.

Pemeriksaan EKG dapat dilakukan sambil berbaring atau saat melakukan aktivitas seperti berlari di atas treadmill.

  • Pap Smear

Bagi wanita berusia 21 tahun ke atas yang pernah melakukan hubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan apusan setiap 3 tahun sekali untuk mendeteksi dini kanker serviks.

Setelah 30 tahun cukup dilakukan smear setiap 5 tahun, kemudian setelah 65 tahun tidak perlu lagi dilakukan smear jika tidak ada keluhan.

Pertanyaan Seputar Medical Check Up

Apa saja yang diperiksa saat melakukan Medical Check Up?

Pemeriksaan selama kunjungan medis juga meliputi pemeriksaan keadaan umum tubuh yang meliputi:

  • Pemeriksaan mata dan penglihatan.
  • Pemeriksaan telinga dan pendengaran.
  • Pemeriksaan gigi.
  • Pemeriksaan ginjal dan saluran kemih.
  • Pemeriksaan anggota gerak dan saraf.
Berapa Biaya Medical Check Up pada Umumnya?

Biaya biasanya bervariasi tergantung pada rangkaian tes yang dilakukan, fasilitas kesehatan yang dipilih untuk melakukan prosedur, dan fasilitas yang ditawarkan. Harga pemeriksaan kesehatan di rumah sakit ini biasanya berkisar antara Rp 350.000-Rp. 10.000.000.

Apa yang harus dilakukan sebelum Medical Check Up?

Tips Lulus Pemeriksaan Kesehatan:

  • Perbanyak minum air mineral.
  • Tidur teratur atau istirahat sebelum pemeriksaan medis.
  • Olahraga.
  • Cepat selama 10 jam.
  • Hindari penggunaan obat-obatan dan alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan kolesterol.
  • Makan karbohidrat, sayuran dan buah-buahan.
Apa itu General Medical Check Up?

Rambu Beppy Hamuty, Regional Marketing Director Laboratorium Klinik Regional Prodia Jawa Tengah-DIY mengungkapkan, pemeriksaan umum telah dilakukan pada seluruh organ tubuh. Tujuannya adalah untuk mengetahui keadaan kesehatan, untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit tertentu dan risiko penyakit tertentu di masa yang akan datang.

Apa Alasan Tes Medical Check Up Gagal?

Pemeriksaan kesehatan lanjutan merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memastikan keadaan kesehatan calon karyawan. Beberapa penyakit dapat menyebabkan gagal nya pemeriksaan kesehatan, seperti hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, TBC, efusi pleura, malaria, dan gangguan jiwa.