Cara Menghilangkan Sakit Gigi Karena Berlubang – Masalah gigi berlubang sebenarnya tidak hanya dialami oleh anak-anak. Tidakkah kau percaya itu? Menurut data Kementerian Kesehatan (2013), sekitar 25,9 persen penduduk Indonesia memiliki masalah gigi dan mulut, termasuk gigi berlubang. Nah, pasiennya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga lansia.
Jangan main-main dengan gigi berlubang karena masalah ini bisa menimbulkan rasa sakit atau perih yang bisa menyiksa. Selain itu, pada beberapa kasus, gigi berlubang dapat menimbulkan komplikasi mulai dari infeksi gigi, abses gigi, sepsis hingga gigi tanggal. Jadi, bagaimana Anda menyingkirkan lubang yang paling cocok? Baca ulasannya di sini!
[/et_pb_text][et_pb_image src=”https://www.plazamedis.id/wp-content/uploads/2022/11/pexels-pavel-danilyuk-6812520.jpg” _builder_version=”4.19.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” title_text=”Cara Menghilangkan Sakit Gigi Karena Berlubang” alt=”Cara Menghilangkan Sakit Gigi Karena Berlubang” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″][/et_pb_image][et_pb_text _builder_version=”4.19.1″ _module_preset=”default” theme_builder_area=”post_content” hover_enabled=”0″ sticky_enabled=”0″]Cara Menghilangkan Sakit Gigi Karena Berlubang
Jika Anda sedang sakit gigi, Anda perlu mengetahui beberapa cara ampuh untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang Anda rasakan. Dengan begitu, pengobatan yang akan dilakukan cocok untuk meredakan nyeri, bengkak, dan gejala lainnya. Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa diterapkan setelah masalah yang terjadi pada gigi diketahui oleh dokter gigi. Berikut adalah beberapa cara efektif untuk menghilangkan sakit gigi:
- Filling atau penambalan gigi
Cara menghilangkan gigi berlubang yang pertama adalah penambalan atau tambalan gigi. Tambalan gigi merupakan tindakan umum untuk mengobati gigi berlubang. Dokter membersihkan bagian gigi yang rusak dengan bor khusus. Dokter kemudian mengisi lubang dengan bahan khusus, seperti porselen, emas, perak, atau komposit.
- Penggunaan fluorida
Penggunaan fluoride umumnya dilakukan saat gigi berlubang masih sangat kecil, atau masih dalam tahap awal. Cara menghilangkan gigi berlubang dilakukan dengan cara dokter gigi mengoleskan cairan fluoride, busa, gel atau pernis ke dalam gigi selama beberapa menit. Kandungan fluoride pada perawatan ini tentunya lebih banyak dari pasta gigi biasa.
- Lampu neon
Melansir dari Cleveland Clinic, ada pengobatan baru yang masih dalam pengembangan sebagai cara mengobati gigi berlubang. Misalnya, teknik eksperimental menggunakan lampu neon. Teknik ini mampu mendeteksi perkembangan gigi berlubang lebih efektif dibandingkan dengan cara tradisional seperti rontgen atau pemeriksaan gigi biasa.
Dengan kata lain, jika sinar-X atau pemeriksaan gigi lainnya tidak dapat mendeteksi gigi berlubang atau risiko kerusakan gigi, teknik baru ini dapat mendeteksinya terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, ketika gigi berlubang dapat dideteksi sejak dini, proses kerusakan gigi dapat dihentikan atau diobati.
- Prosedur mahkota
Jika kerusakan gigi sudah sangat parah hingga gigi menjadi rapuh, kemungkinan besar dokter akan membuatkan mahkota gigi. Dokter menempatkan mahkota gigi tiruan di atas gigi yang rusak. Akhirnya, sebagian gigi yang rusak dikerok, menyisakan sebagian kecil sebagai penopang mahkota prostetik. Mahkota palsu ini bisa dibuat dari emas, porselen, resin, porselen yang dilebur logam, atau bahan lainnya.
- Perawatan saluran akar
Cara lain untuk menghilangkan gigi berlubang adalah melalui perawatan saluran akar atau root canal treatment. Perawatan gigi berlubang ini dilakukan ketika kerusakan gigi sudah mencapai bagian dalam gigi (pulpa) atau saraf mati. Dokter akan membuang jaringan saraf, pada area yang membusuk. Setelah dibersihkan, dokter akan memasangkan atau memasang crown agar gigi tidak perlu dicabut.
- Cabut gigi
Hmm, kalau gigi sudah tidak bisa diselamatkan, mau tidak mau harus dicabut. Gigi yang dicabut ini dapat meninggalkan ruang atau celah yang memungkinkan gigi lainnya bergeser. Untuk mengatasinya, dokter menganjurkan pembuatan jembatan atau implan gigi untuk menggantikan gigi yang dicabut.
Baca Juga :Â
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″ theme_builder_area=”post_content”][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.16″ body_font=”Poppins||||||||” body_text_color=”#FFFFFF” body_font_size=”0.9vw” body_line_height=”1.8em” background_color=”#eb3155″ custom_padding=”1vw|1vw|1vw|1vw|true|true” custom_padding_tablet=”3vw|3vw|3vw|3vw|true|true” custom_padding_phone=”5vw|5vw|5vw|5vw|true|true” custom_padding_last_edited=”on|phone” body_font_size_tablet=”1.9vw” body_font_size_phone=”3.4vw” body_font_size_last_edited=”on|phone” border_radii=”on|10px|10px|10px|10px” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” global_colors_info=”{}” border_color_all__hover=”#eb3155″ border_color_all__hover_enabled=”on|hover” global_module=”987466610″ theme_builder_area=”post_content”][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]

Add comment