Sunat Tradisional dan Sunat Modern – Sunat tradisional masih sangat banyak dilakukan penduduk Indonesia, seperti Bogem di Jawa Tengah, Calak di Jawa Timur, Sifon di Nusa Tenggara Timur dan Bengkong di beberapa daerah. Dalam hal ini sunat dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan.
Sunat Tradisional dan Sunat Modern
Umumnya sunat dilakukan tanpa peralatan medis, tanpa perawatan luka, tanpa dijahit, dan tanpa penggunaan zat anestesi. Sehingga komplikasi yang mungkin timbul adalah infeksi pada luka sunat karena proses yang kurang steril dan luka sunat yang tidak rapi karena tanpa dijahit. Bisanya untuk memotong kulup menggunakan bilah bamboo atau pisau silet.
Sunat Modern oleh Tenaga Kesehatan terlatih
Sedangkan sunat Modern merupakan sunat yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Namun bila dalam prosesnya ada yang kurang steril, sangat mungkin terjadi komplikasi infeksi, baik itu peralatan, tenaga maupun alat khitan seperti klamp. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, metode khitan pun semakin berkembang.
Saat ini telah diciptakan banyak peralatan dan obat-obatan untuk membantu melaksanakan khitan, sehingga khitan menjadi proses yang lebih aman dan lebih tidak menyakitkan. Selain itu, banyak pula metode yang mulai dikembangkan dalam pelaksanaan khitan sehingga proses khitan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Ada empat metode sunat yang paling populer, yaitu sirkumsisi atau konvensional, laser atau electrical cauter, klem, dan stapler. Apa dan bagaimana prosedurnya, berikut penjelasannya:
- Metode Sirkumsisi/Dorumsisi atau Konvensional
Sunat dengan metode ini dilakukan dengan cara memotong langsung kulup dengan alat potong, seperti gunting atau pisau bedah. Metode sunat ini telah digunakan sejak lama dan masih banyak digunakan saat ini.
Adapun kelebihan yang ditawarkan, yaitu minim risiko dan dapat dilakukan untuk pasien segala usia. Biasanya di lakukan pada anak gemuk atau anak dengan kelainan tertentu pada penis nya. Namun, proses penyembuhan metode ini lumayan lama dan membutuhkan perawatan di rumah yang lebih saksama.
- Metode Laser (Electrical Cauter)
Sunat dengan metode laser menggunakan pemanas elektrik yang ditembakkan ke ujung penis untuk memotong kulup. Metode sunat dengan laser kini menjadi pilihan banyak orang tua untuk anak. Proses tindakan ini lebih cepat dibandingkan metode lainnya. Kelebihan metode laser adalah minim jahitan dan perdarahan. Proses penyembuhan nya pun bisa lebih cepat dan perawatan nya lebih sederhana. Adapun kekurangannya, kepala penis berisiko terpotong.
- Metode Klem
Sunat dengan metode ini dilakukan dengan cara memasang alat klem di batang penis sesuai dengan ukuran. Setelah itu, kulup dipotong dengan pisau bedah. Klem akan terpasang pada penis hingga luka mengering.
Kelebihan dari metode klem adalah tidak menggunakan jahitan dan minim perdarahan. Selain itu, proses penyembuhan juga berlangsung cepat dan tidak terlalu nyeri.
Beberapa metode yang biasa dilakukan adalah dengan Smartklem, Sunathrone klem, Alisklem dan Mahdian klem.
- Metode Stapler
Sunat dengan metode stapler umumnya dilakukan pada pria remaja dan dewasa. Caranya dengan menggabungkan metode potong serta jahit dengan alat strapler berbentuk lonceng pada bagian dalam untuk melindungi kepala penis. Selanjutnya, ada lonceng lain di luar yang punya pisau bundar untuk memotong kulup. Metode ini punya kelebihan jahitan yang lebih kuat dan minim perdarahan.
[/et_pb_text][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_sidebar area=”et_pb_widget_area_1″ _builder_version=”4.4.9″ body_font=”|700|||||||” body_text_color=”#000000″ background_color=”#e8e8e8″ custom_padding=”10px|10px|10px|10px|true|true” border_width_all=”1.2px” border_color_all=”rgba(0,0,0,0)” border_color_all__hover_enabled=”on|hover” border_color_all__hover=”#eb3155″ body_text_color__hover_enabled=”on|hover” body_text_color__hover=”#eb3155″ global_module=”987466610″][/et_pb_sidebar][/et_pb_column][/et_pb_section]
Add comment